Pembangunan Kembali SUTT 150 kV Rancaekek Section 3
DOI:
https://doi.org/10.54564/tsa-jppm.v1i01.9Kata Kunci:
rekonduktoring, SUTT 150 kV, Rancaekek–Sunyaragi, transmisi listrik, kapasitas hantar arusAbstrak
Seiring meningkatnya kebutuhan listrik di wilayah Jawa Barat, pemeliharaan dan peningkatan kapasitas jaringan transmisi menjadi hal yang krusial untuk menjamin kontinuitas dan keandalan pasokan energi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah proyek rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Rancaekek–Sunyaragi Section 3. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami proses teknis rekonduktoring, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengujian akhir, serta mengidentifikasi tantangan di lapangan. Metode yang digunakan meliputi studi dokumen teknis, observasi langsung, wawancara dengan teknisi lapangan, serta analisis perbandingan antara konduktor eksisting dan konduktor baru. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rekonduktoring dilakukan dengan mengganti konduktor lama jenis ACSR dengan konduktor baru berkapasitas lebih tinggi seperti AAAC atau HTLS, tanpa mengubah struktur menara eksisting. Proses dilakukan secara bertahap dengan metode stringing dan tensioning yang dikontrol secara ketat untuk menjaga keamanan operasional. Simpulan dari kegiatan ini menyatakan bahwa rekonduktoring SUTT 150 kV Rancaekek–Sunyaragi Section 3 mampu meningkatkan kapasitas hantar arus tanpa perlu pembangunan jaringan baru, serta menjadi solusi efisien dalam penguatan sistem transmisi. Proyek ini juga memberikan pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam bidang kelistrikan dan manajemen proyek energi.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal PKM Teknik Sipil-Arsitektur CIMANGGIS

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


