Pembangunan Fasilitas Integrasi (Skybridge) antara Stasiun Bojonggede dan Terminal Bojonggede
DOI:
https://doi.org/10.54564/tsa-jppm.v2i1.28Kata Kunci:
skybridge, integrasi antarmoda, stasiun kereta api, terminal penumpang, transportasi perkotaan, BojonggedeAbstrak
Stasiun Bojonggede merupakan salah satu stasiun komuter dengan tingkat pergerakan penumpang yang tinggi di wilayah Jabodetabek. Tingginya aktivitas penumpang belum diimbangi dengan integrasi antarmoda yang memadai antara stasiun dan Terminal Bojonggede, sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas, konflik pergerakan kendaraan dan pejalan kaki, serta rendahnya pemanfaatan terminal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan permasalahan transportasi di kawasan Stasiun Bojonggede serta pembangunan fasilitas integrasi berupa skybridge sebagai solusi peningkatan konektivitas antarmoda. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi proses pembangunan, serta kajian terhadap data dan dokumen pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan skybridge sepanjang 243 m dengan lebar 3,5 m mampu menghubungkan Stasiun Bojonggede dengan Terminal Bojonggede secara langsung sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, mengurangi konflik lalu lintas di sekitar stasiun, serta mendorong optimalisasi fungsi terminal sebagai simpul perpindahan moda transportasi. Berdasarkan hasil evaluasi kepuasan pengguna, sebanyak 70% responden menyatakan puas terhadap keberadaan fasilitas skybridge. Keberadaan fasilitas integrasi ini diharapkan dapat mendukung sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib, aman, dan efisien serta menjadi model pengembangan integrasi antarmoda pada kawasan stasiun lainnya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Susi Susana, Indartono Rivai, Tri Rahmat Utama

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


