Pendampingan Mahasiswa Dalam Pendataan Partisipatif Masyarakat Berpenghasilan Rendah Informal Non-Shm Di Huntara Hutan Kota Palu
DOI:
https://doi.org/10.54564/tsa-jppm.v2i1.26Kata Kunci:
kota palu, pendataan partisipatif, masyarakat berpenghasilan rendah, huntara, pengabdian masyarakatAbstrak
Permasalahan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih menjadi isu utama pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Kota Palu. Sebagian masyarakat terdampak bencana tahun 2018 masih tinggal di hunian sementara (huntara) akibat keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki sertifikat hak milik (SHM). Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi mahasiswa melaksanakan pendataan partisipatif terhadap MBR sektor informal tanpa SHM di Huntara Hutan Kota Palu. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, pendampingan akademik, kolaborasi multipihak, serta analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, masyarakat, Yayasan Arkom Indonesia, serta Pemerintah Kota Palu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan akademik mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam proses observasi, wawancara, dan pengumpulan data sosial-spasial masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan data awal terkait kondisi sosial, ekonomi, dan hunian masyarakat yang dapat digunakan sebagai dasar advokasi kebijakan hunian layak. Pendekatan partisipatif juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses identifikasi masalah permukiman mereka sendiri. Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung penyelesaian masalah perumahan perkotaan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Gator Timbang, Nike Dyah Permata, Munarsi M, Dui Buana Mustakima, Cahyani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


